Menghakimi, merasa diri benar, dan merendahkan sesama kita yang berbeda adalah sikap-sikap yang tanpa sadar membuat kita kehilangan kebenaran, bahkan kehilangan Allah. Apakah kita pantas untuk memberikan penghakiman? Apakah kita yang menentukan kebenaran? Betulkah yang kita percayai adalah kebenaran, ataukah hanya metode lama yang telah usang? Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan ini, maka marilah kita bersama meninjau prologue dan epiologue Yohanes 9, dan temukan kehendak Kristus di dalamnya.

Bacaalkitab

Finki Kantohe

Hati-hati dengan Menghakimi: Sebuah Refleksi Teologis mengenai Prologue dan Epilogue Yohanes 9

MAR 24, 20205 MIN
Bacaalkitab

Hati-hati dengan Menghakimi: Sebuah Refleksi Teologis mengenai Prologue dan Epilogue Yohanes 9

MAR 24, 20205 MIN

Description

Menghakimi, merasa diri benar, dan merendahkan sesama kita yang berbeda adalah sikap-sikap yang tanpa sadar membuat kita kehilangan kebenaran, bahkan kehilangan Allah. Apakah kita pantas untuk memberikan penghakiman? Apakah kita yang menentukan kebenaran? Betulkah yang kita percayai adalah kebenaran, ataukah hanya metode lama yang telah usang? Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan ini, maka marilah kita bersama meninjau prologue dan epiologue Yohanes 9, dan temukan kehendak Kristus di dalamnya.