<p>Hubungan yang <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/toxic-relationships/201703/is-your-relationship-toxic">sehat</a> adalah hubungan yang saling memberi dukungan dan memelihara satu sama lain. Hubungan sehat ini memiliki <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/high-octane-women/201108/the-hidden-health-hazards-toxic-relationships">ciri-ciri,</a>&nbsp;meliputi rasa kasih sayang, rasa aman, kebebasan dalam berpikir, saling peduli dan menyayangi, serta menghormati perbedaan pendapat yang ada.</p>
<p>Akan tetapi, mungkin kamu pernah merasa sebaliknya dari penjabaran mengenai hubungan sehat di atas. Bukannya merasa aman, tetapi kamu malah merasa tidak nyaman ketika berhadapan dengan temanmu. Selain itu, bukannya merasakan ada kebebasan, tetapi kamu malah merasa lelah menghadapi pasanganmu sendiri.</p>
<p>Contoh pengalaman di atas menunjukkan lebih banyak emosi negatif yang dirasakan daripada emosi positif dalam menjalani sebuah hubungan. Bisa jadi, sebenarnya hubunganmu itu termasuk dalam <em>toxic relationship.</em></p>
<p><em>Toxic relationship</em> adalah hubungan yang tidak menyenangkan bagi diri sendiri atau orang lain. Hubungan ini juga akan membuat seseorang merasa lebih buruk. <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/high-octane-women/201108/the-hidden-health-hazards-toxic-relationships">Ciri-ciri</a> <em>toxic relationship </em>antara lain, merasa tidak aman, ada kecemburuan, keegoisan, ketidakjujuran, sikap merendahkan, memberi komentar negatif, dan mengkritik.</p>
<p>Seseorang yang terjebak dalam <em>toxic relationship </em>dapat menyebabkan terjadinya <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/happiness-is-state-mind/201708/how-recognize-toxic-individuals-and-toxic-relationships">konflik batin</a>&nbsp;dalam diri. Konflik batin ini akan mengarah pada amarah, <a href="https://pijarpsikologi.org/depresi-apa-sih-ciri-cirinya/">depresi</a>, atau <a href="https://pijarpsikologi.org/berkenalan-dengan-rasa-cemas/">kecemasan</a>. Pada intinya, <em>toxic relationship</em> menyebabkan mereka yang terlibat di dalamnya kesulitan untuk hidup produktif dan sehat.&nbsp;</p>
<p>Source : <a href="https://pijarpsikologi.org/toxic-relationship-ketika-sebuah-hubungan-tidak-lagi-menghubungkan/">https://pijarpsikologi.org/toxic-relationship-ketika-sebuah-hubungan-tidak-lagi-menghubungkan/</a></p>
<p><br></p>
<p>JANGAN LUPA FOLLOW KITA DI SPOTIFY DAN DI INSTAGRAM . IG: @GENGBENGSPODCAST</p>

GengBeng's Podcast

Syahrul Nugraha

TOXIC RELATIONSHIP (Requested by Followers) - #Gengbeng'sPodcast_Eps11

MAY 3, 202017 MIN
GengBeng's Podcast

TOXIC RELATIONSHIP (Requested by Followers) - #Gengbeng'sPodcast_Eps11

MAY 3, 202017 MIN

Description

<p>Hubungan yang <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/toxic-relationships/201703/is-your-relationship-toxic">sehat</a> adalah hubungan yang saling memberi dukungan dan memelihara satu sama lain. Hubungan sehat ini memiliki <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/high-octane-women/201108/the-hidden-health-hazards-toxic-relationships">ciri-ciri,</a>&nbsp;meliputi rasa kasih sayang, rasa aman, kebebasan dalam berpikir, saling peduli dan menyayangi, serta menghormati perbedaan pendapat yang ada.</p> <p>Akan tetapi, mungkin kamu pernah merasa sebaliknya dari penjabaran mengenai hubungan sehat di atas. Bukannya merasa aman, tetapi kamu malah merasa tidak nyaman ketika berhadapan dengan temanmu. Selain itu, bukannya merasakan ada kebebasan, tetapi kamu malah merasa lelah menghadapi pasanganmu sendiri.</p> <p>Contoh pengalaman di atas menunjukkan lebih banyak emosi negatif yang dirasakan daripada emosi positif dalam menjalani sebuah hubungan. Bisa jadi, sebenarnya hubunganmu itu termasuk dalam <em>toxic relationship.</em></p> <p><em>Toxic relationship</em> adalah hubungan yang tidak menyenangkan bagi diri sendiri atau orang lain. Hubungan ini juga akan membuat seseorang merasa lebih buruk. <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/high-octane-women/201108/the-hidden-health-hazards-toxic-relationships">Ciri-ciri</a> <em>toxic relationship </em>antara lain, merasa tidak aman, ada kecemburuan, keegoisan, ketidakjujuran, sikap merendahkan, memberi komentar negatif, dan mengkritik.</p> <p>Seseorang yang terjebak dalam <em>toxic relationship </em>dapat menyebabkan terjadinya <a href="https://www.psychologytoday.com/blog/happiness-is-state-mind/201708/how-recognize-toxic-individuals-and-toxic-relationships">konflik batin</a>&nbsp;dalam diri. Konflik batin ini akan mengarah pada amarah, <a href="https://pijarpsikologi.org/depresi-apa-sih-ciri-cirinya/">depresi</a>, atau <a href="https://pijarpsikologi.org/berkenalan-dengan-rasa-cemas/">kecemasan</a>. Pada intinya, <em>toxic relationship</em> menyebabkan mereka yang terlibat di dalamnya kesulitan untuk hidup produktif dan sehat.&nbsp;</p> <p>Source : <a href="https://pijarpsikologi.org/toxic-relationship-ketika-sebuah-hubungan-tidak-lagi-menghubungkan/">https://pijarpsikologi.org/toxic-relationship-ketika-sebuah-hubungan-tidak-lagi-menghubungkan/</a></p> <p><br></p> <p>JANGAN LUPA FOLLOW KITA DI SPOTIFY DAN DI INSTAGRAM . IG: @GENGBENGSPODCAST</p>