Kencan Dengan Tuhan
Kencan Dengan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Danang Kurniawan

Overview
Episodes

Details

Renungan harian Katolik dengan merefleksikan ayat Kitab Suci. Renungan ini disusun oleh Bapak Dodi Albertus dan telah lama viral di jagat WA Grup, kini hadir dalam media audio digital. selamat mendengarkan. Untuk kritik dan saran dapat dikirimkan ke email [email protected]

Recent Episodes

Edisi Hari Selasa, 26 Mei 2026 - Fokus ke Masa Depan Bersama Tuhan
MAY 25, 2026
Edisi Hari Selasa, 26 Mei 2026 - Fokus ke Masa Depan Bersama Tuhan
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 26 Mei 2026Bacaan: "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah..." (Filipi 3:13-14)Renungan: Pernahkah memperhatikan katak setiap melompat? Dalam setiap gerakannya itu, ia selalu fokus menatap ke depan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hewan, yang dapat hidup di darat dan air tawar, tidak pernah menoleh ke belakang dan terus saja menjelajah, menemukan tempat-tempat baru, seolah tidak memusingkan hal-hal di sekelilingnya. Tidak peduli cuaca apapun, pandangannya selalu lurus sehingga dapat dengan lincah ia melompat maju dan cepat pula berkelit dari serangan musuhnya ketika dirinya sedang terancam. Paulus juga tidak mengingat-ingat masa lalunya yang kelam sebagai penganiaya para jemaat Tuhan. Ia menyerahkan dirinya kepada panggilan-Nya untuk memberitakan Injil. Masa lalu yang kelam seringkali memang membuat kita kehilangan tujuan hidup. Rasanya tidak bersemangat untuk menatap hari. Namun, kalau kita mendekat kepada Tuhan, kegelapan tidak akan menaungi kita selamanya, tetapi Roh-Nya akan membangkitkan semangat kita yang telah patah. Seberat apapun masalah kita, Tuhan sungguh mengasihi kita sehingga harapan baru akan muncul kembali yang kemudian membuat kita semangat menjalani hidup ini. Sekarang bukan saatnya lagi bagi kita untuk terus menjalani hari dengan tatapan kosong akibat kegagalan masa lalu atau luka batin apapun yang membuat kita kecewa berat. Kita punya harapan dalam Tuhan yang mau berkarya dengan indahnya di sisa hidup kita. Bangunlah dari "tidur panjang" yang telah menggerogoti tahun-tahun kita sehingga kita tidak dapat meraih hal-hal manis dalam hidup yang telah Tuhan janjikan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, masa depanku indah bersama-Mu. Bantulah aku untuk tidak mengingat lagi masa laluku yang kelam, tapi arahkan hati dan pikiran ku ke masa depanku yang cerah bersama-Mu. Amin. (Dod).
play-circle icon
4 MIN
Edisi Hari Senin, 25 Mei 2026 - Kejar berkat, jauhi dosa
MAY 24, 2026
Edisi Hari Senin, 25 Mei 2026 - Kejar berkat, jauhi dosa
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
play-circle icon
5 MIN
Edisi Hari Minggu, 24 Mei 2026 - Merenungkan Firman Tuhan dan melakukannya
MAY 23, 2026
Edisi Hari Minggu, 24 Mei 2026 - Merenungkan Firman Tuhan dan melakukannya
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Mei 2026Bacaan: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)Renungan: Suatu malam ada seorang pemuda pulang dari latihan drama kemalaman. Semua warung tenda kebanyakan sudah tutup, padahal dia lapar. Akhirnya, ia pun terpaksa makan mie goreng di salah satu warung tenda yang bukan langganannya. Ternyata, ketika subuh perutnya diare. Akibatnya, dia berkali-kali buang air besar, sehingga menjadi kurang tidur dan badannya sangat lemas. Ia pun memutuskan berobat ke dokter dan minta surat izin untuk tidak bekerja. Ia pun kemudian istirahat seharian dan berpantang makan beberapa jenis makanan. Fisik kita yang semula sehat dapat jatuh sakit atau kondisi drop karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, demikian halnya tubuh rohani kita. Untuk itu, demi menjaga tubuh jasmani dan rohani senantiasa sehat, kita harus mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Rahasia Yesus bisa sehat rohani dan jasmani meski kegiatan sangat padat dan menghadapi berbagai pergumulan adalah Dia melakukan kehendak Bapa yang mengutus diri-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Artinya, Yesus melakukan kebenaran firman Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang percaya. Kalau kita ingin rohani yang sehat, maka kita harus senantiasa melakukan kebenaran firman-Nya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menolak memasukkan segala sesuatu yang bisa bikin rohani sakit seperti iri hati, amarah, perselisihan, atau percabulan. Makanan rohani sama pentingnya dengan makanan jasmani. Jangan sampai rohani sakit, bahkan mati karena kita enggan mempraktikkan firman Tuhan. Karena itu pastikan diri sendiri merenungkan firman-Nya dan berdoa. Jangan sampai kita 'rajin' membaca berita yang disuguhkan oleh media sosial, tetapi kita jarang membaca firman Tuhan. Ketika asupan rohani kita cukup, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu kehidupan rohaniku bertumbuh. Mampukan aku untuk dapat memberikan makan bagi rohaniku sehingga aku dapat menjalani hidup ini penuh dengan ketenangan, karena aku tahu bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
play-circle icon
5 MIN
Edisi Hari Sabtu, 23 Mei 2026 - Memandang setiap pribadi berharga
MAY 22, 2026
Edisi Hari Sabtu, 23 Mei 2026 - Memandang setiap pribadi berharga
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).
play-circle icon
5 MIN
Edisi hari Jumat 22 Mei 2026 - Mengembangkan bakat dan potensi diri
MAY 21, 2026
Edisi hari Jumat 22 Mei 2026 - Mengembangkan bakat dan potensi diri
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Mei 2026Bacaan: Tetapi la berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." (Markus 6:38)Renungan: Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya. la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet. Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia. Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis. Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan. Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Kemudian Yesus berkata, "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41). Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul. Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya? Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita. Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan segenap bakat dan kemampuan yang aku miliki. Bantulah aku agar melalui berkat-Mu maka bakat dan kemampuan yang aku miliki dapat berkembang dan berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
play-circle icon
5 MIN