<p>Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Mei 2026</p><p><br></p><p>Bacaan: </p><p><strong>Tetapi la berkata kepada mereka: &quot;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&quot; Sesudah memeriksanya mereka berkata: &quot;Lima roti dan dua ikan.&quot; </strong><em>(Markus 6:38)</em></p><p><br></p><p>Renungan:</p><p>    Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya. la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet. Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia.</p><p>     Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis. Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan. Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, &quot;Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?&quot; Kemudian Yesus berkata, &quot;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&quot; Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41). Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul.</p><p>     Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya? Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita. Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya. Tuhan Yesus memberkati. </p><p><br></p><p>Doa:</p><p>Tuhan Yesus, kuserahkan segenap bakat dan kemampuan yang aku miliki. Bantulah aku agar melalui berkat-Mu maka bakat dan kemampuan yang aku miliki dapat berkembang dan berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).</p>

Kencan Dengan Tuhan

Danang Kurniawan

Edisi hari Jumat 22 Mei 2026 - Mengembangkan bakat dan potensi diri

MAY 21, 20265 MIN
Kencan Dengan Tuhan

Edisi hari Jumat 22 Mei 2026 - Mengembangkan bakat dan potensi diri

MAY 21, 20265 MIN

Description

<p>Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Mei 2026</p><p><br></p><p>Bacaan: </p><p><strong>Tetapi la berkata kepada mereka: &quot;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&quot; Sesudah memeriksanya mereka berkata: &quot;Lima roti dan dua ikan.&quot; </strong><em>(Markus 6:38)</em></p><p><br></p><p>Renungan:</p><p> Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya. la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet. Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia.</p><p> Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis. Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan. Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, &quot;Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?&quot; Kemudian Yesus berkata, &quot;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&quot; Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41). Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul.</p><p> Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya? Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita. Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya. Tuhan Yesus memberkati. </p><p><br></p><p>Doa:</p><p>Tuhan Yesus, kuserahkan segenap bakat dan kemampuan yang aku miliki. Bantulah aku agar melalui berkat-Mu maka bakat dan kemampuan yang aku miliki dapat berkembang dan berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).</p>